JAKARTA — Nama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendadak menjadi sorotan publik di tengah mencuatnya isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Spekulasi bergulir liar setelah Teddy tak lagi tampak mendampingi Presiden Prabowo dalam sejumlah agenda resmi pemerintahan.
Dilansir dari Politik Indonesia, menghilangnya Teddy dari kegiatan publik memicu rumor panas mengenai potensi pencopotan dirinya dari kursi Seskab. Berbagai tudingan liar bahkan mengaitkan nama Teddy dalam skenario dugaan penyadapan hingga tuduhan pengkhianatan. Meski demikian, seluruh tuduhan tersebut dipastikan masih sebatas spekulasi liar yang belum terverifikasi, tanpa adanya keterangan resmi dari pihak aparat penegak hukum maupun pihak Istana Kepresidenan.
Di tengah derasnya desas-desus perombakan tersebut, nama Komandan Tim Pengamanan Pribadi Presiden Paspampres, Mayor Dali Darulqutni, mencuat dan digadang-gadang bakal mengisi posisi yang ditinggalkan Teddy. Mayor Dali dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam mengawal kepala negara, mulai dari era Presiden ke-7 RI Joko Widodo hingga berlanjut di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Secara latar belakang karier, Mayor Dali dan Teddy memiliki rekam jejak yang relatif serupa. Keduanya merupakan perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2011 dan sama-sama pernah bertugas di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), termasuk Satuan-81 Penanggulangan Teror (Gultor).
Kendati rumor pergantian jabatan makin kencang berembus, hingga Rabu (4/11/2026) belum ada pernyataan maupun pengumuman resmi dari Istana terkait pergeseran posisi Seskab. Secara administratif, Teddy Indra Wijaya masih menjabat secara sah sebagai Sekretaris Kabinet.
Social Header