pasalnya, aksi tersebut menjadi sorotan publik pasca sejumlah warga sebut ada yang janggal dalam foto aksi demo yang beredar di tengah berjalannya proses penyidikan (terlapor) kades tanjung terang kec. gunung megang kab. muara enim.
menanggapi aksi demo itu, Ratu. Salah satu warga tanjung terang sebut kadesnya tidak kooperatif. dia Juga menjelaskan kadesnya hanya datang sekali dalam panggilan penyidikan di polsek, alih-alih memberikan pernyataan, hanya minta ditunda dan dinilai selalu beralasan dalam jadwal penyidikan.
"kalau kayak gitu, artinya bu kades ini ngga kooperatif dan tidak taat hukum, cuma datang sekali dan hanya minta ditunda kalau memang dia merasa tidak salah datang saja di panggilan penyidikan, panggilan penyidikan ini sudah lebih dari 3 kali loh, ini sama saja tidak menghormati proses hukum, yang justru berpotensi memberatkan dia, malah ngilang, alasan sakit, sempat juga propamkan polsek gunung megang, nah sekarang demo, beliau kan posisinya terlapor dan proses hukumnya sedang berjalan" herannya
ia menjelaskan temuan dalam foto aksi demo tersebut, terdeteksi beberapa bukan dari warga asli tanjung terang, dan akan membuat pernyataan terbuka sebagai bentuk keberatan warga asli tanjung terang terhadap oknum luar kampungnya yang dinilai menggunakan nama desanya untuk melakukan aksi demonstrasi untuk membela kades yang sedang dalam tengah proses hukum.
"ini ada beberapa yang kami ngga kenal. ini bukan warga tanjung terang, kami keberatan jika desa kami di gunakan oknum untuk demontrasi membela kades yang terlapor, kami akan membuat pernyataan keberatan secara terbuka! " tegasnya.
M. jei Rakas pakarlasah S.H selaku kuasa hukum Kades terlapor (Rusmada), turut memberikan penyataannya dalam aksi demonstrasi tersebut, dia mengakui tidak mengetahui dan justru sudah menyarankan Clientnya (Kades terlapor) untuk menaati proses hukum yang berjalan.
"saya yang justru selaku kuasa hukum terlapor, dan belum ada pelepasan kontrak atau pencabutan pendampingan kuasa hukum malah tidak mengetahui mas, saya pikir itu demontrasi dari pihak korban untuk melanjutkan proses hukum yang berjalan." katanya
advokat dari terlapor (kades) ini juga mengherankan adanya permintaan penghentian proses hukum hingga permintaan pencopotan kapolsek gunung megang,
"kalau sampai permintaan pencopotan kapolsek gunung megang ini sudah jauh nian mas, saya sama sekali ngga tahu malah. seharusnya di hormati saja proses hukum yang berjalan, saya sudah sampaikan kok ikuti saja proses hukum yang berjalan, tapi ya mungkin itu aspirasi masyarakat disana mas, kalau memang ditemukan indikasi ada orang yang bukan dari tanjung terang ya ngga ada hubungannya di kasus ini mas. tapi coba konfirmasi sama yang melakukan demo itu" tegasnya
kendati demikian, saat di konfirmasi melalui panggilan whatsaap, Andriyanto. koordinator aksi pencopotan kapolsek gunung megang dan penghentian laporan kades tanjung terang, membenarkan bahwa sebagian dari warga tanjung terang dan sebagian dari Aktivis Peduli Keadilan.
" tadi pak sudah dikonfirmasi di polda pak ya, ditanya tadi kami sebagian dari warga tanjung terang sebagian dari Akktifis Peduli Keadilan, ngerti bapak.?! kami tidak terima kades kami di zholimi dan difitnah !" tegasnya
Kaporles Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, S.H., S.I.K., M.M., M.Si turut menuturkan bahwa proses yang sedang berjalan sudah sesuai mekanisme prosedur serta akan mengupayakan pemanggilan paksa
"prosedur mekanismenya sudah kami laksanakan, termasuk pemeriksaan itu sudah berjalan, termasuk juga gelar perkara di polda sudah terlaksana. terkait pemanggilan beberapa kali sudah, nanti ada upaya paksa akan kami laksanakan, cuman kan kita lihat situasi, kemarin sempat sakit kalau ngga salah. terkait soal demo itu sah-sah saja namanya aja demo itu hak mereka, tinggal tunggu proses saja" Jawabnya
sementara itu, Jum'at 01/08/2025 dihadiri hampir seratus warga tanjung terang menyampaikan keberatan secara terbuka, atas demo penghentian laporan kades hingga tuntutan pencopotan kapolsek gunung megang.
ringkas dari Pernyataan keberatan itu adalah mengenai keterlibatan perangkat desa, ketua RT hingga anggota Linmas yang menurutnya harus menjaga netralitas, mengecam keras oknum diluar warga desa tanjung terang yang ikut berorasi, mencatut nama desa tanjung terang di spanduk sehingga dinilai oleh warga asli tanjung terang hal tersebut memberi kesan seolah mewakili warga tanjung terang serta upaya manipulatif yang berpotensi melanggar hukum.
Warga tanjung terang ini juga menyampaikan terimakasih kepada instansi polri yang telah mengawal kasus tersebut dengan mekanisme dan prosedur yang sesuai serta memohon kepada polsek gunung megang dan polres muara enim untuk tetap memproses laporan dugaan penganiayaan oleh kades tanjung terang terhadap saudari (Pz) secara obyektif tanpa ada tekanan dari pihak tertentu.
"kami mewakili warga asli tanjung terang berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada instansi (polri) yang telah mengawal kasus ini dengan mekanisme dan prosedur yang tepat, terlepas dari ini semua kami sangat memohon kepada yang terhormat polsek gunung megang serta polres muara enim untuk tetap obyektif dalam mengawal kasus ini tanpa adanya tekanan dari pihak tertentu" tutupnya
Jwr - Kaperwil Sumsel
Social Header