Jurnalismerahputih.com | Bekasi – Aktivis Lembaga Investigasi Negara (LIN), D. Silalahi, menyoroti sikap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, yang dinilai enggan bertemu langsung dengan masyarakat, khususnya para pedagang di wilayah Cikarang.
Menurut Silalahi, pemimpin daerah seharusnya hadir di tengah rakyat untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan, terlebih dari kalangan pedagang kecil yang saat ini menghadapi banyak persoalan, mulai dari penataan pasar, retribusi, hingga kondisi ekonomi yang lesu.
“Seorang bupati tidak boleh ‘alergi’ terhadap rakyatnya sendiri. Pedagang adalah denyut nadi ekonomi daerah, dan suara mereka wajib didengar, bukan dihindari,” tegas D. Silalahi.
Silalahi mendesak Bupati Bekasi agar membuka ruang dialog yang sehat dengan masyarakat, khususnya pedagang, serta mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola pasar di wilayah Kabupaten Bekasi.
"Jika seorang pemimpin menutup diri dari kritik dan aspirasi rakyat, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari tanggung jawabnya. Jangan sampai Bekasi hanya dipimpin dari balik meja, tanpa pernah menyentuh denyut kehidupan masyarakatnya,” pungkasnya.
Red

Social Header