Breaking News

Miris! Niat Baik Himpunan Mahasiswa Muara Enim Berakhir Dipertontonkan Arogansi Ajudan Bupatinya Sendiri.

Jurnalismerahputih.com | Muara Enim Niat baik silaturahmi yang diupayakan Himpunan Mahasiswa Muara Enim (HIMA Muara Enim) kepada Bupati Muara Enim, Edison, pada Kamis (2/10) berakhir dengan kekecewaan mendalam. Bukan sambutan hangat yang didapat, justru perlakuan tidak terpuji dari ajudan pribadi Bupati, bernama Angga Arista, yang tega membuang surat kunjungan HIMA Muara Enim secara sembarangan.

Peristiwa ini terjadi setelah rombongan HIMA Muara Enim menunggu sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang pukul 19.30 WIB. Alih-alih diberikan penjelasan yang layak, para mahasiswa justru menyaksikan langsung surat kunjungan resmi yang mereka ajukan untuk bertemu Bupati dibuang begitu saja tanpa alasan yang jelas.

Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar : haruskah seorang ajudan bersikap arogan terhadap upaya silaturahmi dari generasi muda daerahnya sendiri ?

Ketua Umum HIMA Muara Enim, Wahyoedien Abdoellah, menyampaikan kekecewaannya.

“Kami datang dengan niat baik untuk bersilaturahmi, mempererat hubungan, serta menyampaikan aspirasi mahasiswa untuk pembangunan daerah. Namun, perlakuan yang kami terima justru sebaliknya, surat resmi kami dibuang begitu saja oleh ajudan Bupati diarea Garasi Rumah Dinas Bupati. Ini bukan hanya pelecehan terhadap organisasi kami, tetapi juga pelecehan terhadap etika dan martabat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” tegas Wahyoedien.

Ia menambahkan, tindakan tersebut mencoreng wajah pemerintahan Kabupaten Muara Enim. “Seorang pemimpin seharusnya mencontohkan keterbukaan, bukan justru menutup ruang silaturahmi. Jika ajudan pribadi saja sudah berlaku arogan, bagaimana publik bisa percaya pada kepemimpinan yang mestinya hadir untuk rakyat ?” ujarnya lantang.

Insiden ini menimbulkan gelombang kritik dari kalangan mahasiswa dan masyarakat. Publik menilai, pemerintah daerah semestinya menjadi rumah bagi dialog, bukan tembok yang menolak suara generasi penerus.

Kasus ini juga membuka mata tentang pentingnya etika pejabat dan perangkatnya dalam menjalankan tugas. Karena pada akhirnya, keangkuhan sekecil apa pun dalam lingkup kekuasaan dapat mencederai kepercayaan rakyat yang telah menaruh harapan pada pemerintahannya.

-Jwr | Sumsel Region
© Copyright 2022 - JURNALIS MERAH PUTIH