Breaking News

Pangdam II/Sriwijaya Terima Audiensi Tim Kemhan RI, Bahas Pemanfaatan BMN dan Pelestarian Cagar Budaya BKB

 

Palembang | Jurnalismerahputih.com - Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menerima audiensi Tim Peneliti dan Verifikasi dari Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Ditjen Kuathan Kemhan RI) di Ruang Audiensi Pangdam II/Sriwijaya, Rabu (25/02/2026). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam koordinasi antara Kodam II/Sriwijaya dengan Kemhan RI terkait pengelolaan aset negara di wilayah teritorial Kodam II/Sriwijaya.

Kunjungan kerja ini, bertujuan untuk melakukan verifikasi mendalam mengenai permohonan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan TNI AD. Selain itu, agenda utama lainnya adalah melakukan sinkronisasi serta verifikasi batas-batas Cagar Budaya Benteng Kuto Besak (BKB). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa pengembangan atau pemanfaatan lahan di masa depan tetap selaras dengan upaya pelestarian nilai sejarah dan budaya yang melekat pada benteng peninggalan Kesultanan Palembang tersebut.

Tim Ditjen Kuathan Kemhan RI dipimpin oleh Kasubdit Tanah dan Bangunan Dit Fasjas, Kolonel Czi Iim Nurohim, didampingi oleh APN Ahli Madya Set Silvia Anugrahwati, S.E., M.M., serta Kasi Tanah dan Bangunan Matra Darat Dit Fasjas, Letkol Czi Susilo, H.P. 

Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah staf Kemhan RI dari berbagai bidang, antara lain Auditor Madya Itjen Kolonel Inf Rudi Jan Pribadi, S.E., Analisis Kebijakan Madya Bidang Bankum Rokum Setjen Letkol Laut (H) Baginda, H.N., S.H., serta Kasubbit 1B Bit 1 PTB Pus BMN Baloghan Letkol Czi Yusuf Fadli, S.T. Hal ini, menunjukkan komitmen serius kementerian dalam mengawal aspek hukum, pengawasan, dan logistik terkait aset pertahanan negara.

Pangdam II/Sriwijaya menyambut baik inisiatif verifikasi ini dan menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung kelancaran proses penelitian di lapangan. Diharapkan, melalui audiensi ini, tercipta kejelasan status hukum dan fisik atas lahan BMN, khususnya pada kawasan strategis Benteng Kuto Besak, sehingga potensi konflik pemanfaatan lahan dapat dimitigasi demi kepentingan pertahanan dan pelestarian sejarah nasional.

© Copyright 2022 - JURNALIS MERAH PUTIH