Muara Enim | Jurnalismerahputih.com – Gelombang dukungan terhadap transparansi data yang dirilis Jurnalis Merah Putih (JMP) terus mengalir. Kali ini, Aktivis senior Muara Enim, Hidayatullah, S.Sos., menyatakan dukungannya atas inisiatif polling aspirasi 72 jam yang menangkap jeritan suara masyarakat arus bawah.
Dalam keterangannya, Hidayatullah menilai hasil polling yang menunjukkan angka ketidakharmonisan pimpinan sebesar 58,9% bukanlah sekadar angka statistik, melainkan potret nyata rapuhnya pondasi kebijakan di Bumi Serasan Sekundang.
"Saya sangat mendukung langkah Jurnalist Merah Putih. Polling ini adalah cermin kejujuran rakyat. Jika pola komunikasi pimpinan tidak segera dibenahi dan ego sektoral tetap dipertahankan, saya berani pastikan 85% ke depan Muara Enim tidak akan ada pembangunan yang berarti. Daerah ini akan stagnan dan sulit untuk maju sejahtera," tegas Hidayatullah, S.Sos.
Menurut lulusan Sarjana Sosial ini, jawaban Bupati yang justru memamerkan piagam prestasi nasional di tengah keluhan rakyat soal infrastruktur adalah bentuk ketidaksambungan (disconnect) antara birokrasi dan realita.
"Rakyat tidak makan piagam. Rakyat butuh jalan bagus dan pimpinan yang kompak. Dukungan saya kepada JMP adalah bentuk pengawalan agar suara 116 responden organik ini tidak dianggap angin lalu oleh para pemangku kebijakan," tambahnya.
Menutup pernyataannya, Hidayatullah mendesak adanya rekonsiliasi total antara Bupati dan Wakil Bupati untuk menyinkronkan kebijakan pembangunan jalan yang menjadi keluhan utama 47,8% warga. Jika peringatan ini diabaikan, angka prediksi 85% stagnasi pembangunan yang ia lontarkan bisa menjadi kenyataan pahit bagi masyarakat.
- Red

Social Header