Jakarta (6/4) | Jurnalismerahputih.com - Dua personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kolonel Hermawan Weharima dan Letkol Sukmana Bayuaji, menerima penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Kamboja berupa The Royal Order of Sahametrei atas kontribusi mereka dalam misi ASEAN Observer Team (AOT), Jum'at, 3/4/2026.
Penghargaan tersebut diberikan pada 2 April 2026 oleh Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja, Jenderal Vong Pisen, sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif kedua perwira TNI dalam mendukung implementasi gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand. Tim AOT dari Indonesia sendiri telah bertugas di Kamboja sejak 10 September 2025.
Dalam sambutannya, pimpinan militer Kamboja menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi AOT selama lebih dari tujuh bulan terakhir. Kehadiran tim dinilai berperan signifikan dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan, khususnya melalui pemantauan implementasi kesepakatan gencatan senjata serta upaya membangun kepercayaan antara kedua pihak. Selain itu, keberadaan tim juga meningkatkan transparansi di lapangan dan meminimalkan potensi kesalahpahaman yang dapat memicu eskalasi konflik.
AOT merupakan kelanjutan dari ASEAN Interim Observer Team (IOT) yang disepakati pembentukannya dalam Special Meeting di Putrajaya, Malaysia, pada 28 Juli 2025. Pembentukan AOT dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan mekanisme pemantauan yang netral dan kredibel pascakonflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand terkait sengketa wilayah perbatasan. Terms of Reference (TOR) AOT disepakati dalam pertemuan General Border Committee (GBC) Kamboja–Thailand pada 26 Oktober 2025, yang menjadi dasar operasional pelaksanaan tugas tim di lapangan.
The Royal Order of Sahametrei merupakan penghargaan kehormatan yang diberikan kepada warga negara asing atas jasa dan kontribusinya kepada Raja dan rakyat Kamboja. Penganugerahan ini juga mencerminkan eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kamboja.

Social Header