Langkah ini menjadi bagian dari komitmennya untuk terus menghadirkan keterwakilan perempuan yang aspiratif, akuntabel, dan transparan dalam tata kelola pemerintahan desa. Selain itu, ia juga mendorong penguatan pemberdayaan ekonomi serta peningkatan kapasitas perempuan melalui berbagai program desa yang berkelanjutan.
“Saya sudah menyampaikan niat dan tekad untuk kembali mendaftarkan diri sebagai calon anggota BPD Buni Bakti. Bagi saya, ini bukan sekadar pencalonan, tetapi bentuk tanggung jawab untuk melanjutkan amanah dan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan pada periode sebelumnya,” ujar Nengsih, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, pengalaman selama menjabat menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan dan persoalan warga secara lebih mendalam. Hal itu pula yang mendorong dirinya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam proses pembangunan desa.
“Pengalaman di periode pertama memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari menyerap aspirasi masyarakat hingga mengawal kebijakan desa agar benar-benar berpihak kepada warga. Ke depan, saya ingin memperkuat peran tersebut dengan lebih maksimal, terutama dalam memastikan keterlibatan perempuan dalam pembangunan,” jelasnya.
Ia menegaskan akan tetap konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan prinsip keterbukaan dalam setiap prosesnya.
“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan. Saya juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan kapasitas, agar mereka bisa lebih mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.
Nengsih juga menyampaikan komitmennya dalam mewujudkan desa yang aman, mandiri, dan sejahtera melalui peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami siap melanjutkan pengabdian dan berkarya lebih baik lagi. Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis bisa membawa Desa Buni Bakti menjadi desa yang lebih maju, sejahtera, dan inklusif,” pungkasnya.(DOY)
Social Header