Pengalaman dan rekam jejak menjadi modal utama bagi Jamhuri untuk kembali bertarung dalam pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masa bakti 2026-2034. Setelah sukses menjalankan amanah di periode sebelumnya, tokoh yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi warga ini menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pengabdian di periode kedua.
Langkah Jamhuri untuk mencalonkan diri kembali didasari oleh dorongan kuat dari arus bawah yang menginginkan adanya kesinambungan kepemimpinan di tingkat legislatif desa. Ia dinilai sebagai sosok yang paham akan seluk-beluk birokrasi desa dan mampu menjadi penyeimbang bagi pemerintah desa.
"Pengalaman di periode pertama memberikan saya pelajaran berharga bahwa pembangunan desa tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Di periode kedua ini, fokus saya adalah memastikan program yang sudah berjalan bisa tuntas dan manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat RT," ujar Jamhuri dalam keterangannya.
Dengan semangat "Sinergi dan Aspiratif", Jamhuri menekankan pentingnya optimalisasi masa jabatan 8 tahun sebagaimana diatur dalam regulasi terbaru. Menurutnya, waktu tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan transformasi besar, terutama dalam hal pengawasan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).
"Dua periode bukan sekadar angka, tapi tentang kematangan dalam mengawal kebijakan. Saya ingin membawa desa kita bukan hanya maju secara fisik, tapi juga unggul secara kualitas masyarakatnya," tambahnya.
Social Header