Bandung (3/5) | Jurnalismerahputih.com - Kolonel Penerbang I Gusti Ngurah Adi B. merupakan sosok perwira TNI Angkatan Udara yang menapaki karier dengan keteguhan, disiplin, dan dedikasi tinggi. Lahir di Denpasar era tahun 1980 an, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung nilai-nilai budaya, pengabdian, dan tanggung jawab. Sejak usia muda, semangat untuk mengabdi kepada bangsa telah tertanam kuat, menjadi fondasi utama dalam perjalanan hidupnya sebagai prajurit udara.
Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Pontianak, dimulai dari SDN 5 Pontianak, dilanjutkan ke SMPN 1 Pontianak, hingga SMA Taruna Bumi Khatulistiwa. Masa pendidikan ini membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan yang kelak menjadi ciri khasnya. Tekad untuk menjadi bagian dari penjaga kedaulatan udara mengantarkannya melangkah ke Akademi Angkatan Udara (AAU) dan lulus pada tahun 2001 sebagai perwira muda TNI AU.
Karier militernya diawali sebagai Perwira Pertama (Pama) AAU, sebelum memasuki pendidikan Sekolah Penerbang (Sekbang) di Lanud Adisucipto. Di sinilah kemampuan dasar sebagai penerbang ditempa dengan penuh ketekunan. Penugasannya sebagai Perwira Penerbang di Skadron Udara 1 Lanud Supadio menjadi awal kontribusinya dalam operasional penerbangan militer, sekaligus medan pembuktian profesionalisme sebagai pilot tempur.
Seiring waktu, ia dipercaya menduduki berbagai posisi jabatan di lingkungan Skadron Udara 1 di Kalimantan Barat. Pengalaman ini memperkaya wawasan serta memperkuat kemampuannya dalam mengelola operasi udara secara efektif dan terukur.
Kemampuan kepemimpinan Kolonel Adi Brata semakin terasah ketika dipercaya sebagai instruktur penerbang untuk mendidik perwira penerbang muda di Wingdik 100 Terbang di Lanud Adisucipto. Peran ini tidak hanya menuntut keahlian teknis tinggi, tetapi juga keteladanan dalam membina generasi penerbang muda TNI AU. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun humanis, mampu menanamkan nilai profesionalisme sekaligus semangat juang kepada para siswa penerbang.
Kariernya terus menanjak dengan penugasan sebagai Komandan Skadron Udara 1 pada tahun 2019. Di bawah kepemimpinannya, satuan tersebut menunjukkan kesiapan operasional yang tinggi serta kontribusi signifikan dalam berbagai misi pertahanan udara nasional.
Pengalaman strategisnya semakin luas ketika bertugas di Mabes TNI sebagai staf operasi, serta di Mabesau dalam bidang perencanaan latihan. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Asisten Operasi Kosek IKN Koopsud I dan Kepala Dinas Operasi Lanud Supadio. Setiap jabatan dijalankan dengan penuh dedikasi, menunjukkan kapasitasnya sebagai perwira staf dan lapangan yang mumpuni.
Komitmennya terhadap pengembangan diri tercermin dari berbagai pendidikan militer yang diikuti, termasuk Sekkau, Seskoau, hingga Sesko TNI. Selain itu, ia juga mengikuti beberapa kursus internasional seperti APCSS di Hawaii dan di Australia. Bekal ini menjadikannya perwira yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif strategis dalam menghadapi dinamika pertahanan modern.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Kolonel Adi Brata turut terlibat dalam berbagai operasi penting di wilayah NKRI. Kontribusinya dalam operasi-operasi tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia. Atas pengabdiannya, ia dianugerahi berbagai tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia.
Kini, sebagai Komandan Wing Udara 3.1 Grup 3 Tempur, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Adi B. mengemban amanah besar dalam membina kesiapan tempur satuan udara. Perjalanan hidupnya mencerminkan harmoni antara pengabdian kepada negara dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga—sebuah teladan nyata bagi generasi penerus TNI Angkatan Udara.
(Sumber :Pen Koharmatau)

Social Header