PEKANBARU | jurnalismerahputih.com
Insiden memilukan kembali terjadi di proyek strategis nasional. Seorang pekerja survei PT HKI berinisial GN dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di lokasi STA 0, Muara Fajar, Proyek Lingkar Siak, Pekanbaru. (17/06/2026)
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun Media, melalui Dani Silalahi yang langsung turun Provinsi Riau Pekanbaru menyampaikan insiden ini diduga dampak kelalaian dan kurangnya penekanan pada K3 serta tertib administrasi dalam pengerjaan proyek. Kematian pekerja survei ini menjadi pukulan keras bagi dunia konstruksi dan keluarga korban.
“Ini bukan kecelakaan pertama. Tol Pekanbaru yang dikerjakan PT HKI beserta anak perusahaan dan vendornya sering terjadi pelanggaran dan diduga berakibat korban pekerja. Nyawa manusia bukan angka statistik proyek,” tegas Ketua Umum APJI Dani Silalahi yang saat ini berada di di Provinsi Riau Pekanbaru dalam rapat bersama Ketua DPD LIN Provinsi Riau beserta jajaran. (27/06/2026)
FAKTA BARU YANG MENGGEGERKAN: LIBATKAN PT ATM & INSIDEN KE-2.
Dani Silalahi Ketua Umum APJI berserta LIN mengungkap fakta penting: Kejadian ini juga melibatkan PT ATM. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di publik: Apakah benar PT ATM memiliki kelengkapan izin sesuai regulasi untuk terlibat di proyek ini?
Lebih memukul lagi, ini diduga insiden kedua kali yang terjadi di PT ATM dalam pengerjaan proyek Tol Pekanbaru. Jika benar, maka ini bukan lagi “kecelakaan”, tapi pola kelalaian berulang yang tidak bisa ditoleransi.
Ketua Umum APJI Dani Silalahi beserta LIN DPD Provinsi Riau juga menduga pengawasan PT HKI Pekanbaru tidak tegas terhadap vendor yang bekerjasama, sehingga pelanggaran K3, armada tidak standar, hingga insiden fatal terus berulang.
Tuntutan Tegas Ketua Umum APJI + DPD LIN ke PT HKI, PT ATM & Aparat, agar Buka Konferensi Pers Segera: PT HKI wajib menggelar konferensi pers terbuka terkait musibah meninggalnya pekerja inisial GN (almarhum) di STA 0 Muara Fajar. Publik berhak tahu kronologi, penyebab, dan kompensasi untuk keluarga korban. (17/06/2026)
Dani juga meminta Audit Ulang Izin & K3 PT ATM. Kepada pihak berwenang Kemenaker, BPJT, Polda Riau segera melakukan audit ulang kelengkapan izin PT ATM dan evaluasi standar K3-nya. Ini insiden kedua, jangan tunggu korban ketiga lanjut Silalahi.
Evaluasi Total K3 Nasional, PT HKI Pusat harus audit menyeluruh K3 di seluruh proyek Tol Pekanbaru. Jangan tunggu ada korban baru berbenah. Disini Dani Silalahi akan melanjutkan peristiwa tersebut ke HKI pusat guna melakukan pengawasan ulang. Ketatkan pengawasan vendor/subkontraktor. Hentikan pelanggaran berulang: pickup angkut BBM tidak standar, pengisian BBM tanpa atribut lengkap, tanah urug diduga ilegal, crane tumbang diduga material tidak standar. Itu yang terjadi dalam tahapan investigasi proyek tol Pekanbaru ungkapan yang disampaikan kepada Dani Silalahi.
Jika terbukti kelalaian prosedur, pihak bertanggung jawab wajib diberi sanksi keras sesuai hukum. Evakuasi bukan penghapus kesalahan lanjut Silalahi.
Ketua Umum Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) menyampaikan kepada Ketua LIN DPD Riau agar melakukan Cek keanggotaan LIN yang terlibat. Jika ada anggota LIN yang bermain dan membekingi vendor bermasalah, keluarkan dari Keanggotaan serta laporkan oknum tersebut ke pihak berwajib sesuai aturan LIN. Jangan gara-gara 1 oknum, nama baik lembaga dan perjuangan untuk pekerja hancur. Kami kawal terus seluruh temuan pelanggaran dalam pekerjaan PT tol Pekanbaru, dan kasus almarhum( GN) sampai tuntas ke Mabes Polri bila perlu,” ujar Dani Silalahi.
Duka untuk Almarhum GN, Tuntutan untuk yang Hidup.
ketua Umum APJI Dani Silalahi dan DPD LIN Provinsi menyampaikan duka mendalam untuk almarhum (GN) dan keluarga. Tapi duka tanpa perubahan sama dengan sia-sia. Proyek strategis nasional harus berbanding lurus dengan keselamatan pekerja.
“Tol boleh cepat selesai, tapi jangan kejar target sampai mengorbankan nyawa. Kami tunggu langkah nyata PT HKI & PT ATM, bukan narasi. Audit izin + konferensi pers itu wajib, bukan pilihan,” tutup Dani Silalahi saat rapat bersama pengurus DPD LIN Provinsi Riau di salah kafe Yossudarso Pekanbaru. (28/06/2026) Tim sudah melakukan konfirmasi kepada pihak ATM namun sayang konfirmasi tidak dijawab malah nomor WhatsApp Wartawan diblokir hingga berita ini diterbitkan.
(Bersambung...)

Social Header