MUARA ENIM – Upaya memperkuat kualitas dan KUANTITAS komoditas kopi lokal Kabupaten Muara Enim dari sektor hulu hingga hilir terus digencarkan oleh PT PAMA Persada Nusantara Melalui LPB Pama Kite Gale menggelar Pelatihan Manajemen Pascapanen dan Pemilihan Biji Kopi Unggul di WD Coffee and Roastery, Dusun Muara Enim, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program CSR Bidang Ekonomi ini menghadirkan pemilik WD Coffee and Roastery sekaligus Ketua Muara Enim Coffee (MEC), Robby Anugrah Putra sebagai pemateri utama. Pelatihan ini diikuti oleh para petani baru serta pelaku UMKM binaan LPB PAMA Kite Gale guna meningkatkan pemahaman teknis mengenai standar pengolahan pascapanen biji kopi (green beans).
Dalam pemaparannya, Roby Anugrah mengedukasi peserta secara langsung mengenai teknik identifikasi fisik biji kopi, pemisahan biji cacat (defect), hingga proses kurasi untuk menghasilkan kriteria biji kopi grade unggul yang diminati pasar.
"Kunci utama untuk meningkatkan nilai jual kopi dimulai dari konsistensi mutu di tingkat petani. Melalui manajemen pascapanen yang benar dan pemilahan biji kopi secara ketat, Kopi Semende dan kopi lokal Muara Enim akan memiliki daya saing tinggi. Kami di WD Coffee sangat mendukung langkah LPB PAMA Kite Gale dalam membina para petani lokal," ujar Roby Anugrah.
Kegiatan pelatihan ini menyedot antusiasme tinggi dari para peserta. Salah seorang petani peserta pelatihan, Pak Harman selaku pemilik kebun yang berada di Ujanmas, mengungkapkan rasa bersyukur dan apresiasinya atas materi praktis yang diberikan langsung di ruang sangrai (roastery) WD Coffee.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami para petani. Selama ini kami hanya memetik dan menjual kopi secara umum, tapi lewat bimbingan Pak Roby di WD Coffee ini kami jadi tahu persis mana biji kopi yang cacat dan mana yang masuk kategori biji unggul. Ilmu pemilahan ini sangat penting supaya kopi hasil panen kami harga jualnya bisa naik," ungkap Pak Suratin.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu pemilihan dan pengelolaan pascapanen di kelompok tani masing-masing, sehingga mutu produk kopi olahan masyarakat Muara Enim memiliki nilai tambah (added value) serta daya saing usaha yang berkelanjutan.
Social Header