Aceh Utara - Upaya memutus isolasi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pelosok terus dilakukan. Di bawah komando Kodim 0103/Aceh Utara, pengerjaan Jembatan Perintis berupa jembatan gantung di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, kini telah resmi dimulai. Kehadirannya menjadi asa baru yang akan menghubungkan secara permanen Dusun Cot Calang dengan Dusun Lhok Baro. Minggu (6 September 2026).
Jembatan ini dirancang membentang sepanjang 115 meter dengan lebar 2,4 meter serta ketinggian 14 meter di atas aliran sungai. Babinsa Koramil 19/Sawang, Serda Dedy Karkrisdiyanto, turun langsung mengawal pembangunan di lapangan demi memastikan akses vital bagi mobilitas warga, arus ekonomi, dan anak-anak sekolah ini terwujud dengan baik.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencatatkan capaian sebesar 11 persen. Pengerjaan difokuskan pada struktur bawah, yakni perangkaian besi pondasi abutment (pangkal jembatan) di sisi tepi dekat, yang nantinya memiliki spesifikasi panjang 2,2 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter.
Tahapan selanjutnya di lapangan bakal melanjutkan perangkaian besi pondasi abutment secara menyeluruh sekaligus pemasangan mal (bekisting) pondasi di sisi dekat. Ketelitian dalam perakitan besi penopang ini dijaga ketat sebelum memasuki tahap pengecoran demi menjamin kekuatan serta keamanan konstruksi jembatan.
Pembangunan Jembatan Perintis ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menghadirkan solusi atas kesulitan masyarakat. Pihak Kodim 0103/Aceh Utara berharap proses pengerjaan terus berjalan lancar sehingga jembatan gantung ini dapat segera dimanfaatkan oleh warga Kecamatan Sawang.
Social Header