Aceh Utara | Jurnalismerahputih.com - Pembangunan jembatan gantung perintis mulai dikerjakan prajurit Kodim 0103/Aceh Utara bersama masyarakat di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Jembatan tersebut nantinya menghubungkan Dusun Cot Calang dengan Dusun Lhok Baro. Selasa (1 September 2026).
Di tengah kondisi medan yang basah, prajurit TNI bersama warga tetap melaksanakan pekerjaan di lokasi. Material pembangunan seperti batu kali dan adukan semen mulai disiapkan untuk mendukung pengerjaan jembatan yang diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat.
Danramil 19/Sawang, Kapten Syamsul Hamdani, mengatakan pembangunan jembatan gantung perintis tersebut ditujukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses antarwilayah. Jembatan direncanakan memiliki panjang 115 meter, lebar 2,4 meter, dan berada pada ketinggian 14 meter dari dasar sungai.
Untuk mendukung kekuatan konstruksi, bagian abutment atau struktur penopang jembatan dibuat dengan ukuran panjang 2,2 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter. Pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan tahapan pembangunan di lapangan.
Babinsa Koramil 19/Sawang, Sertu Dedy Karkrisdiyanto, turut terlibat dalam pengerjaan bersama masyarakat. “Saat ini kami fokus melanjutkan pengecoran pondasi abutment tepi agar tumpuan utama jembatan kuat sebelum masuk ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 6 persen. Kodim 0103/Aceh Utara melalui Koramil 19/Sawang terus memantau dan mendukung proses pengerjaan agar pembangunan jembatan gantung perintis tersebut dapat berjalan dengan baik serta nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Riseh Tunong dan sekitarnya.

Social Header