BEKASI - JURNALISMERAHPUTUH.COM
Berlangsung di Pos Ronda sekaligus Balai Warga Pondok Permata, kegiatan tersebut menjadi momentum demokrasi masyarakat dalam menentukan pemimpin lingkungan untuk delapan tahun mendatang.
Menariknya, setiap wilayah memiliki mekanisme pemilihan berbeda sesuai kesepakatan warga. RT 01 dan RT 04 menggunakan sistem aklamasi melalui musyawarah mufakat, sedangkan RT 02, RT 03, dan RW 018 melaksanakan pemungutan suara secara langsung.
Dalam pemilihan Ketua RW 018, terdapat dua kandidat yang bersaing, yakni Pakde Tahyuli dengan nomor urut 01 dan Moh. Nur atau Ustadz Nur dengan nomor urut 02.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan tempat pemungutan suara (TPS) terpadu. Bilik dan kotak suara disediakan secara terpisah dengan penanda RT dan RW sehingga warga dapat memberikan suara sesuai pemilihan yang diikuti.
Di tingkat RT, warga RT 01 sepakat menentukan ketua melalui musyawarah tanpa pemungutan suara. Hal serupa berlangsung di RT 04. Pak Rizky, yang dikenal dengan sapaan Kiki, ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi karena menjadi calon tunggal. Ia mengusung visi Jujur, Adil, Amanah, Profesional, dan Terpercaya.
Sementara itu, pemilihan di RT 02 dan RT 03 berlangsung melalui pencoblosan langsung. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran masyarakat di lokasi TPS. Sejumlah warga RT 03 bahkan tampak mengantre dengan tertib untuk menggunakan hak pilihnya.
Ketua panitia menjelaskan bahwa perbedaan mekanisme tersebut merupakan hasil musyawarah masing-masing wilayah RT dengan tetap mengacu pada ketentuan Peraturan Desa.
"Alhamdulillah, ini menjadi catatan sejarah bagi RW 018 karena lima pemilihan bisa dilaksanakan sekaligus. RT 01 dan RT 04 sudah menyepakati aklamasi, sedangkan RT 02, RT 03, dan RW 018 menggunakan mekanisme pemungutan suara langsung," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan kegiatan bukan hanya memilih pemimpin baru, tetapi juga menjaga hubungan baik antarwarga.
"Harapannya proses berjalan efisien dan hubungan antartetangga tetap guyub. Semangat kita adalah Baraya Kita Bersama," tambahnya.
Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung aman dan kondusif. Warga dari berbagai kalangan, mulai orang tua, pemuda, hingga ibu-ibu, turut berpartisipasi. Petugas Linmas setempat juga membantu menjaga ketertiban selama proses pemilihan.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan penghitungan suara secara terbuka setelah pemungutan suara selesai. Proses tersebut disaksikan langsung oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan.
Melalui pemilihan pengurus RT dan RW periode 2026–2034 ini, warga berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan pelayanan masyarakat, memperkuat koordinasi antarwilayah, serta mendorong pembangunan lingkungan yang lebih baik.
Lebih dari sekadar pergantian pengurus, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa demokrasi di tingkat masyarakat dapat berjalan melalui dua jalan, yaitu pemungutan suara dan musyawarah. Keduanya memiliki tujuan yang sama: membangun lingkungan yang harmonis dan menjaga kepercayaan warga",(DOY)
Social Header