Breaking News

Hasil Survei Riset, Said Iqbal : Partai Buruh Capai 2.3% Parlementary Threshold

JAKARTA (22/11) || jurnalismerahputih.com - Hari ini, dilaksanakan pengumuman dan atau Penjelasan Capres Pilihan Partai Buruh beserta kemungkinan Partai Buruh Lolos 'Parliamentary Threshold' berdasarkan hasil survei Internal Partai Buruh. Rabu (22/11)


Diketahui, survey riset dibiayai oleh Partai Buruh sendiri, dimana dari anggota partai buruh serta 'fun raising' yang mana tidak ada biaya dari Pemerintah. 


Ditambah, survei dilaksanakan dalam rangka memotret dimana padahal anggota Partai Buruh sekiranya capai sebanyak 10 juta. Akan tetapi, paling tinggi berdasarkan hasil survei 0,1 persen berdasarkan lembaga riset LSI, dan beberapa hasil survei lembaga lain.

Said Iqbal mengklaim anggota tetap Partai Buruh berada di angka 5 juta sampai 10. Karenanya, ia tak ambil pusing dengan hasil survei tersebut.

Terkait itu Presiden Partai Buruh menilai ada kelompok yang berkeinginan menempatkan hasil survei partai buruh 0.1 persen yang mana menurutnya tidak masuk akal. 

Demikian ujarnya, saat jumpa pers di hadapan awak media, di Kantor Exco Partai Buruh. Gedung DPP FSPMI Lt 3. Jl Pondok Gede No 11. Kramatjati - Jakarta Timur. Rabu (22/11)

" Hasil survei, Para capres saja itu, tengok saja. hasil survei, dimana nampaknya sudah pesanan," ujar Iqbal

Bahkan Qodari, acapkali menyerang partai buruh. Dimana, sebelum masuk dalam kontestasi Pemilu, sudah seringkali diserang.

Salah satu metode ilmiah, maka itulah kami partai buruh melakukan survei riset yang dibiayai oleh Partai buruh sendiri, secara independen, ujar Presiden Partai Buruh

" Kami yakin, akan masuk di Parlementer nantinya. Dan, jika nanti kami akan di Parlemen akan menyuarakan terkait upah layak, pesangon dan lapangan pekerjaan," jelas Iqbal.

Ketua Bidang Infokom dan Propaganda Partai Buruh, Kahar S. Cahyono, sampaikan bahwa riset ini dilaksanakan oleh 'Riset Indo Barometer', persepsi buruh baik yang menjadi dan atau tidak tergabung dalam Partai Buruh.

15 survei dari 37 Propinsi, dan 152 Kabupaten Kota di Indonesia, dimana responden sebanyak 1200 responden, warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih dengan usia 17 tahun yang sudah menikah, baik yang sudah tergabung maupun tidak tergabung. Dengan remtang waktu survei (data) dilangsungkan semenjak tanggal 1 hingga 10 November 2023, sampling random. survei via telpon, hasil survei dicatat dan diolah.

" Upah yang layak, terkait saat diinterview mencapai tertinggi, saat diinterview,  Upah Layak sekira capai 30,66%..disusul dengan pesangon yang layak (20%), dan lapangan pekerjaan (19,19%)," ujar Ketua Bidang Infokom dan Propaganda Partai Buruh, Kahar S. Cahyono.

Untuk riset terkait pertanyaan partai mana paling keras menolak UU Omnibus Law, saat diinterview , para responden menjawab 69,1% disusul PDI P, Gerindra dan PKS, lanjutnya.

" Untuk kinerja Jokowi sebagai Presiden, berdasarkan hasil survei sangat Puas 10.1 %, Puas 56,3 %, Tidak Puas 5.3 %," papar Kahar

Berdasarkan hasil survei pertanyaan terkait calon Presiden, jawaban paling tinggi Said Iqbal 29,8%, Prabowo 22,2 %, Ganjar Pranowo 17,8%, disusul dengan Rocky Gerung dan Najwa Shihab.

Berdasarkan hasil survei jika nantinya, tinggal dua nama capres A dan capres B, berdasarkan hasil riset survei 27,3% (capres A) , 39,2% (capres B) , belum memutuskan 33,5 % (swing voter).

Jika survei dilaksanakan hasil ini, elektabilitasnya nasional, syarat parlementary Threshold Partai Buruh Capai 2.3%, mesti capai kisar 1.7 persen lagi, untuk capai 4%.

Dan, apalagi pemilu dilaksanakan sekarang, yang memilih Partai Buruh jika dilaksanakan hari ini, bisa mencapai 3,900.000 suara (3.9 juta) mencakup buruh tani, nelayan, dan sebagainya. Untuk perebutan sebanyak 30 kursi suara nasional capai 4,5 juta. [red/jmp]
© Copyright 2022 - JURNALIS MERAH PUTIH