Breaking News

Polri Berhasil Bongkar 5 Laboratorium Gelap Narkoba, 3,78 Ton Sabu Disita serta Berbagai Prekusor dan Ribuan Butir Ekstasi


JAKARTA (06/05) || jurnalismerahputih.com - Polri berhasil membongkar lima laboratorium gelap atau clandestine lab narkoba sejak Maret hingga Mei 2024. Kelima laboratorium gelap ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, dengan beragam jenis narkoba yang diproduksi.

“ Perlu kami sampaikan juga bahwa, selama periode 14 Maret sampai dengan 3 Mei 2024, berdasarkan hasil pengungkapan, adanya tren peningkatan pengungkapan laboratorium gelap di beberapa wilayah,” kata Kasatgas Satgas Penanggulangan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (P3GN), yang juga Wakabareskrim Polri, Irjen Asep Edi Suheri kala konferensi pers, Senin (06/05/2024).

Dari lima (5) laboratorium gelap tersebut, polisi berhasil menyita berbagai barang bukti, termasuk:

  • 2,4 kg MDMA
  • 420 ml sabu cair
  • 145 gram ketamin
  • 7.800 butir ekstasi
  • Puluhan liter prekursor narkoba
  • Berbagai peralatan laboratorium

Salah satu laboratorium gelap yang diungkap Bareskrim Polri berada di Vila kawasan Canggu, Badung, Bali. Di lokasi, polisi menemukan berbagai prekursor, alat cetak ekstasi, hydroponic ganja, dan berbagai peralatan laboratorium lainnya.

“ Pengungkapan laboratorium gelap narkoba dengan menyita berbagai macam prekursor, alat cetak ekstasi, hydroponic ganja dan berbagai macam peralatan laboratorium pembuatan narkotika di Badung, Bali, oleh satgas penanggulangan narkoba Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ungkap Asep.

Pengungkapan laboratorium gelap lainnya dilakukan oleh Polda Jawa Timur dan Polda Metro Jaya. 

Di Jatim, polisi menyita sabu dan beberapa jenis prekursor, sedangkan di Metro Jaya, ditemukan sejumlah cannabinoid atau kandungan dalam ganja.

Keterangan: konferensi Pers terkait Pengungkapan Pabrik Narkoba (Clandestine Lab) Dan Kasus Menonjol Periode 04 Maret - 03 Mei 2024, yang diadakan di lantai 9 Bareskrim Mabes Polri. Jakarta. Senin (06/05/2024). [dok : jmp]


Dalam keterangan Persnya disampaikan bahwa Bareskrim Polri telah mengumumkan hasil operasi pengungkapan kasus narkoba dari September 21, 2023, hingga Mei 6, 2024, yang berlangsung selama sekitar 9 bulan. 

Sebanyak 28.382 tersangka berhasil ditangkap dengan beragam barang bukti narkotika, termasuk 3,78 ton sabu.

Wakabareskrim Polri Irjen Asep Edi Suheri, yang juga Kepala Satgas P3GN Polri, menyatakan bahwa penanganan kasus narkoba adalah bentuk komitmen kepolisian dalam mengatasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. 

Di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Asep mengungkapkan bahwa dari jumlah tersangka tersebut, 23.333 sedang dalam proses penyidikan, sementara 5.049 lainnya menjalani rehabilitasi.

Selama periode yang sama, pihak kepolisian juga menerbitkan 19.098 laporan polisi. 

Total barang bukti yang berhasil disita mencakup 3,78 ton sabu, 1.226.404 butir ekstasi, 1,78 ton ganja, 11,34 kilogram kokain, 141,4 kilogram tembakau gorila, 32,27 kilogram ketamine, 86 gram heroin, dan 8.103.730 butir obat keras.

Asep menjelaskan bahwa berdasarkan hasil operasi tersebut, Satgas P3GN berhasil menyelamatkan 29.094.472 jiwa. 

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu upaya pemberantasan narkoba di Indonesia dan mendorong masyarakat untuk melapor jika menemukan indikasi atau dugaan penyalahgunaan narkoba.

Lebih lanjut, Asep menekankan komitmen kepolisian untuk menindak tegas peredaran narkoba di Indonesia dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia bebas narkoba.

Selain itu, dalam periode yang sama, terdapat peningkatan pengungkapan laboratorium gelap narkoba di beberapa wilayah, dengan 11 kasus menonjol termasuk penyitaan sabu, ekstasi, dan ganja dalam jumlah besar. [red/jmp]
© Copyright 2022 - JURNALIS MERAH PUTIH