Breaking News

Bisunya Pramono Anung Usai Bertemu Direksi Food Station: Ada Apa di Balik Kasus Beras Oplosan?"

JAKARTA (30/07) || jurnalismerahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memilih diam usai menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran direksi PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/7/2025) sore. Pertemuan ini digelar menyusul mencuatnya kasus dugaan praktik pengoplosan beras yang menyeret nama PT FSTJ, dan kini tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung serta Satgas Pangan Polri.

Namun yang menjadi perhatian publik bukan hanya isi pertemuan, melainkan sikap bisu Gubernur Pramono Anung pasca-pertemuan. Tak satu pun pernyataan resmi keluar dari mulutnya, membuat publik bertanya-tanya. Apakah diamnya Pramono mengisyaratkan kekecewaan mendalam?

Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai kesedihan Pramono Anung bisa saja tidak hanya karena keterlibatan FSTJ dalam kasus beras oplosan. Ada indikasi lain yang menurutnya turut menyumbang rasa kecewa mendalam sang gubernur.

"Saya menduga Pramono sedih bukan hanya karena PT FSTJ ikut-ikutan dalam bisnis oplosan beras, tetapi juga karena performa keuangan perusahaan tersebut yang menurun drastis," ungkap Uchok Sky dalam keterangannya kepada media, Selasa (29/7/2025).

Data yang dihimpun CBA menunjukkan, laba bersih PT FSTJ pada tahun 2023 hanya sebesar Rp6,1 miliar. Angka ini merosot tajam dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp57,7 miliar, bahkan lebih rendah dari laba tahun 2021 yang masih di angka Rp22,4 miliar.

Ironisnya, penurunan laba tersebut terjadi di tengah peningkatan pendapatan perusahaan. Pada 2023, pendapatan FSTJ justru melonjak menjadi Rp2 triliun, atau naik sekitar Rp300 miliar dari tahun sebelumnya.

"Ini janggal. Pendapatan naik, tapi laba justru anjlok drastis. Gubernur Pramono semestinya mempertanyakan hal ini kepada jajaran direksi PT FSTJ," tegas Uchok.

Dalam kasus dugaan beras oplosan, sejumlah merek yang diduga terlibat antara lain Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. Kasus ini dinilai mencoreng kredibilitas BUMD DKI yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan Ibu Kota.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pramono Anung maupun pihak PT FSTJ mengenai hasil pertemuan tersebut. Sikap diam yang ditunjukkan Gubernur DKI itulah yang justru menyisakan lebih banyak tanda tanya: apakah hanya kecewa, atau sedang menyiapkan langka strategis? Untuk segera Mencopot Direktur Utama PT.FSTJ


[red/jmp]
© Copyright 2022 - JURNALIS MERAH PUTIH