Jurnalismerahputih.com | MUARA ENIM – Menindaklanjuti visi rekonstruksi ekonomi desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, menggelar rapat koordinasi final bersama masyarakat di Kantor Desa Pagar Dewa pada Kamis (05/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memvalidasi teknis penyaluran stimulan modal kerja serta penataan zonasi pedagang menjelang Ramadhan 1447 H.
Dalam rapat yang berlangsung interaktif tersebut, Kepala Desa Pagar Dewa, Helkandi, mengumumkan bahwa pencairan stimulan modal sebesar Rp300.000 bagi para pelapak dijadwalkan akan terealisasi pada 15 Februari 2026. Penentuan tanggal ini merupakan langkah strategis agar para pedagang memiliki ruang gerak yang cukup untuk mempersiapkan stok barang dan logistik sebelum memasuki bulan puasa.
Kebijakan Inklusif: Mendengar Suara Rakyat
Salah satu poin menarik yang mengemuka dalam diskusi adalah dinamika mekanisme pengembalian modal. Merespons aspirasi warga, Helkandi menunjukkan kualitas kepemimpinan yang adaptif. Meski skema awal dirancang untuk pelunasan kolektif pasca-lebaran, seorang warga mengusulkan sistem cicilan harian sebesar Rp10.000 selama 30 hari agar tidak terasa memberatkan arus kas rumah tangga.
Menanggapi usulan tersebut dengan gaya khasnya yang hangat, Helkandi memberikan keleluasaan penuh kepada warganya.
"Prinsip saya sederhana, yang penting masyarakat terbantu. Silakan, jika ingin dicicil harian atau dibayar sekaligus setelah lebaran, saya serahkan pada kenyamanan warga. Saya ikhlas, kamu ikhlas, insyaAllah hasilnya bagus dan berkah untuk desa kita," ujar Helkandi diiringi tawa renyah yang mencairkan suasana rapat.
Membangun Ekosistem "Trust-Based Economy"
Langkah Helkandi ini dinilai sebagai terobosan intelektual dalam mengelola ekonomi mikro dibulan ramadhan (uang pribadi). Dengan meniadakan bunga dan memberikan fleksibilitas pengembalian, Pemdes Pagar Dewa tidak sekadar memberikan bantuan finansial, melainkan sedang membangun fondasi ekonomi berbasis kepercayaan (trust-based economy).
Kepastian pencairan pada 15 Februari mendatang menegaskan bahwa Pemdes Pagar Dewa berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan menghidupkan marwah ekonomi mikro di Kabupaten Muara Enim.
Catatan Redaksi: Program ini merupakan bagian dari optimalisasi ekonomi mikro Pagar Dewa menggunakan uang pribadi yang difokuskan pada pemberdayaan langsung 30 pelapak lokal tanpa biaya sewa tempat dan tanpa bunga pinjaman.
Jwr | Kprwl Sumsel


Social Header