Jurnalismerahputih.com | Muara Enim - Desa Ulak Bandung mencatatkan capaian signifikan dalam skema pembangunan desa mandiri melalui inovasi sektor peternakan yang dipelopori oleh Kepala Desa Nopiansyah S.Pd.
Melalui formulasi kebijakan yang presisi, Nopiansyah berhasil mengoptimalkan 20 persen alokasi Dana Desa tahun 2025 untuk membangun fondasi ketahanan pangan yang produktif dan berorientasi jangka panjang.
Keberhasilan ini tercermin dalam pengembangan unit usaha ayam petelur sebanyak 500 ekor yang dikelola secara profesional di bawah naungan BUMDes Ulak Bandung.
Dengan dukungan infrastruktur kandang yang representatif berukuran 5 x 15 meter, program ini tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan pangan lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi desa yang berkelanjutan.
Kepala Desa Ulak Bandung, Nopiansyah S.Pd, mengungkapkan bahwa keberhasilan program di tahun 2025 merupakan langkah awal dari visi besar yang telah dicanangkan.
"Fokus utama kami adalah menciptakan kemandirian ekonomi melalui sektor riil. Pemanfaatan anggaran yang terukur pada sektor peternakan ini adalah investasi nyata untuk masyarakat, dan kami memastikan program ini akan tetap menjadi prioritas strategis yang bergulir pada tahun 2026," jelasnya.
Efektivitas tata kelola yang diterapkan Nopiansyah menunjukkan adanya korelasi positif antara kebijakan fiskal desa dengan peningkatan produktivitas BUMDes.
Keberhasilan ini menempatkan Desa Ulak Bandung sebagai rujukan dalam implementasi ketahanan pangan yang akuntabel, di mana pemanfaatan sumber daya dikonversi menjadi aset desa yang bernilai ekonomis tinggi.
Dengan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan program (sustainability), kepemimpinan Nopiansyah di Desa Ulak Bandung diproyeksikan mampu membawa desa ini menuju kemandirian pangan paripurna, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi tata kelola desa di wilayah Kabupaten Muara Enim pada masa depan.
Jwr

Social Header