Medan | Jurnalismerahputih.com - Komando Distrik Militer (Kodim) 0201/Medan melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Upacara berlangsung khidmat di halaman depan Makodim 0201/Medan Jl. Pengadilan, No. 8, Kota Medan, Senin (1/6/2026) pagi.
Bertindak sebagai inspektur Upacara Pasi Log Kodim 0201/ Medan, Mayor Inf Romi Sembiring. Upacara diikuti oleh seluruh Personil jajaran Kodim 0201/Medan, mulai dari Perwira Staf, para Danramil dan Bintara, Tamtama, PNS, Kodim 0201/Medan.
Sedangkan Komandan Kodim 0201/Medan (Dandim) Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M. Mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tahun 2026 di Kantor Walikota Medan Jl. Kapten Maulana Lubis No. 2, Kota Medan.
Dalam amanat yang dibacakan oleh inspektur upacara, Pasi Log Kodim 0201/Medan menyampaikan pesan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menegaskan Hari ini 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia",. Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Pancasila adalah Bintang Penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan Ekonomi dan Teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

Social Header